Tampilkan postingan dengan label Fenomena Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena Dunia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Agustus 2010

Danau Di Argentina Jadi Petunjuk Kehidupan Mars

Sebuah danau di daerah terpencil Argentina mungkin bisa memberikan petunjuk awal mula kehidupan di Planet Bumi. Bahkan, dengan mempelajari danau ini, diperkirakan bisa digunakan manusia untuk mengawali kehidupan di Planet lain, termasuk Mars. Seperti dilansir ABC News, edisi pekan lalu, dugaan itu mengemuka setelah ada sejumlah penelitian. Para peneliti menemukan jutaan bakteri 'super' tumbuh dengan sangat cepat di Danau Diamante, kawasan gunung berapi Galan.

Letak danau itu persis di tengah kawah gunung berapi Galan di ketinggian 15.400 kaki (sekitar 4.700 meter) di atas permukaan laut. Bakteri-bakteri super itu dilaporkan sangat lapar oksigen. Habitat tempat bakteri ini hidup mirip zaman bumi primitif. Saat sebelum ada kehidupan, dan ketika organisme mulai bernafas, serta masih adanya mahluk yang mulai melindungi diri dari lapisan oksigen di atmosfir.

Habitat bakteri ini memiliki kadar arsenik dan alkali sangat tinggi. Arsen atau arseniki diketahui memiliki kadar racun yang hebat. Alkali adalah kumpulan logam tanah yang terdiri dari beberapa unsur. Logam ini baru dapat mencair pada suhu yang sangat tinggi. Dua diantara unsur alkali adalah Magnesium dan Kalsium. "Temuan ini sangat penting bagi dunia ilmiah. Dia menjadi 'jendela' bagi manusia melihat masa lalu, dan juga dengan apa yang disebut astrobiologi, studi tentang kehidupan di planet lain," kata Maria Eugenia Farias, salah satu peneliti yang menemukan makhluk hidup di danau ekstrim ini.

Dia menilai, jika bakteri dapat hidup dalam kondisi ekstrim ini, teorinya bakteri-bakteri itu juga dapat bertahan hidup di planet lain, seperti di Mars. Tempat ini pun disebut "Extremophiles" alias habitat 'pecinta' kondisi ekstrim. Temuan yang mengejutkan ini bisa menjadi nilai lebih bagi industri bisnis. Misalnya, bakteri yang dapat mengurai lipid dalam deterjen juga ditemukan. Farias menyebutkan bakteria ini yang disebut polyextremophiles adalah suatu pengecualian, karena dapat hidup dan berkembang dalam kondisi sangat ekstrim. "Apa yang kami miliki di sini adalah serangkaian kondisi ekstrim dalam satu tempat. Inilah yang membuat tempat ini unik di dunia," kata Farias yang juga ahli mikrobiologi di Ilmiah Nasional dan Teknik, Research Council di Propinsi Tucuman.

Danau ini memiliki tingkat arsenik sangat tinggi yakni 20.000 kali lebih tinggi daripada tingkat aman untuk minum air. Suhunya sering di bawah titik beku. Danau ini sangat asin, bahkan lima kali lebih asin daripada air laut. Sehingga pernah terbentuk padatan es di lokasi ini. DNA bakteri di danau ini dapat bermutasi untuk bertahan hidup pada radiasi ultra-violet. Bakteri ini juga dapat hidup dalam kadar oksigen rendah seperti ditemukan pada ketinggian itu. "Ini sangat menarik bagi industri farmasi," kata Farias. Dia menambahkan, temuan ini juga bisa memiliki aplikasi komersial masa depan dalam produk seperti tabir surya.

Ikan Manusia Ungkap Rahasia Umur Panjang


Binatang langka, Olm Salamander atau juga sering disebut 'ikan manusia' -- karena kulitnya yang pucat dan licin seperti manusia disebut-sebut -- memiliki rahasia panjang umur. Binatang bernama Latin, Proteus anguinus ini hidup di gua-gua di Selatan Eropa, khususnya di Slovenia dan Kroasia -- dalam beberapa kisah dongeng ini, naga kecil ini sering digambarkan terbaring di atas tumpukan harta karun.

Tubuhnya disesuaikan habitatnya -- beradaptasi dengan kondisi gelap gulita di bawah tanah -- ia kehilangan kemampuan melihat dan pigmen kulit. Seekor salamander yang hidup di gua ini bisa mencapai usia 100 tahun -- memecahkan rekor usia amfibi tertua. "Di antara amfibi 'ikan manusia' ini jelas merupakan spesies yang paling lama hidup," kata ilmuwan, Yann Voituron, seperti dimuat situs Discovery News.

Voituron, profesor di Universitas Claude Bernard Lyon, dan timnya telah mengkalkulasikan tingkat pertumbuhan, waktu regenerasi dan umur olm yang tinggal di sebuah gua di Moulis, Saint-Girons, Prancis. Sejak tahun 1950-an, konservasionis telah membentuk program pembiakan melestarikan salamander ini.

Selain menentukan masa hidup salamander gua, para peneliti menemukan bahwa spesies ini menjadi dewasa secara seksual sekitar umur 16 tahun. Tata-rata mereka memproduksi 35 telur setiap 12,5 tahun.

"Apa yang membuat spesies ini berumur panjang yang mungkin aktivitas yang sangat rendah, reproduksi rendah, tidak ada tekanan lingkungan dan fisiologinya aneh," kata Voituron, seperti dimuat laman New Kerala.

Ilmuwan tertarik untuk mengkaji 'ikan manusia' ini setelah beberapa pegawai kebun binatang menyadari bahwa hewan ini mampu bertahan lama, setidaknya sampai usia 70 tahun. Analisis dari 'ikan manusia' maupun hewan lain yang berumur panjang diharapkan bisa mengungkap rahasia umur panjang pada mahluk hidup, terutama manusia.

Olm tampaknya cocok sebagai contoh -- jika asumsi bahwa umur panjang tergantung rendahnya stres, dan lingkungan stabil tanpa predator, benar. Studi ini telah dipublikasikan di Royal Society Biology.

Kamis, 12 Agustus 2010

Mars Mendekat ke Bumi 27 Agustus

Akhir-akhir ini beredar kabar di internet bahwa Planet Mars akan mendekat ke Bumi pada 27 Agustus. Dikatakan bahwa dilihat dengan mata telanjang, planet merah itu akan terlihat sebesar bulan purnama dari Bumi. Saat itu, Bumi seakan-akan memiliki dua bulan. Pesan yang beredar ini bukan kali pertamanya. Pesan yang sama telah beredar pada 2004 lalu -- dalam format email -- berjudul 'Mars Spectacular' yang dikirim oleh sumber anonim. Namun, tak disebutkan di tahun berapa, momentum 27 Agustus itu akan terjadi.

Berita ini menyebar dengan cepat melalui dunia maya. Isi email itu, pada 27 Agustus Mars akan mendekat ke Bumi, hanya dalam jarak 34,65 mil (55 juta kilometer), peristiwa langka yang terjadi dalam 60.000 tahun terakhir. Selain penampakan Mars sebesar penampilan Bulan, mendekatnya planet itu ke Bumi akan menimbulkan masalah gravitasi pada Bumi, membuat masalah pasang surut yang mengganggu.

Untungnya kabar mendekatnya Mars ke Bumi adalah berita bohong. Menurut juru bicara Planetarium Scienceworks, Rohan Astley, email yang sama terus beredar setiap tahun, mendekati Bulan Agustus. Ditambahkan dia, memang Mars pernah mendekat ke Bumi, tapi bukan tahun ini. "Mars memang pernah mendekat ke Bumi pada Agustus 2003, namun penampakan planet merah itu hanya jelas terlihat melalui teleskop, tidak dengan mata telanjang," demikian dimuat laman News.com.au, Senin 9 Agustus 2010.

Seperti dimuat laman Space, 27 Agustus yang dimaksud oleh email itu, adalah 27 Agustus 2003, saat Mars mendekat ke Bumi dalam jarak 55,7 juta kilometer. Teleskop Hubble saat itu mengabadikan gampar spektakuler dari Mars. Namun saat itu, dengan mata telanjang, Mars hanya terlihat tak lebih dari bintang oranye terang, sama sekali tak terlihat seperti bulan purnama. Tahun 2010 ini, Mars akan terlihat kecil, tak semencolok penampakannya pada 2003.